Selamat Tinggal IMF

Standar
Selamat Tinggal IMF

PEMERINTAH akhirnya melunasi utangnya ke IMF (Dana Moneter International). Seperti kita ketahui, pada 5 Oktober 2006, pemerintah dan  Bank Indonesia (BI) bertemu pejabat IMF untuk menyampaikan perihal pelunasan sisa utang pokok plus bunga USD 3,2 miliar atau sekitar Rp. 29,4 triliun rupiah dari total utang USD 7 miliar.

Utang tersebut tidak digunakan. Tetapi, dengan lunasnya sisa utang ke IMF, lepaslah sudah jerat utang kita selama ini kendati utang ke luar negeri masih Rp. 618 triliun. IMF ternyata menekan pemerintah agar tunduk pada peraturan butir-butir dalam LoI (Letters of Intent). Ada syarat-syarat tertentu yang harus dipatuhi, seperti   pengurangan subsidi dan privatisasi.

Inilah watak negara kolonialis yang bengis. Mereka memaksa negara-negara anggotanya untuk senantiasa meminta utang yang terus menerus ada. Dengan segala peraturan, mereka memperdaya agar kita menjadi pasiennya. Kenaikkan BBM tempo hari adalah ulah IMF sebagai kebijakan hilangnya subsisi.  Akibatnya, rakyat tambah melarat.

Kendati demikian menghadapi IMF yang sahamnya mayoritas milik Amerika, kita harus berani mengatakan berhenti menjadi anggota IMF. Apa gunanya menjadi anggota yang akhirnya justru menghancurkan kita .  Bukti terpapar jelas didepam mata. Pengangguran, kemiskinan, kenaikkan harga kebutuhan pokok dan sebagainya. Yang jelas sejak 1998 sampai sekarang terjadi terjadi  krisis multidimensi.

Iman Daryanto pernah dimuat di harian Jawa Pos 10/10/2006

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s