Tayangan Koruptor Tak Terealisasi

Standar
Tayangan Koruptor Tak Terealisasi

HANYA dalam kurun waktu dua bulan, pemerintah Tiongkok berhasil menangkap 400 di antara 4.000 pejabat korup yang telah lama menjadi buron. Sebanyak 160 orang menyerahkan diri. Sisanya, 240 orang ditangkap. Nama-nama para koruptor itu dipublikasikan di situs internet (Jawa Pos, 29 Maret 2006).

Keberhasilan Tiongkok menyeret koruptor itu berkat ketegasan pemerintahnya. Selain memerangi korupsi dengan dana yang cukup tinggi, pemerintah Tiongkok menerapkan sanksi yang tegas berupa hukuman berat bagi para pelaku korupsi.

Bagamana di Indonesia ? Niat baik pemerintah dalam membasmi koruptor patut diacungi jempol. Namun tidak ada ketegasan dalam pelaksanaannya. Sebagai contoh penanyangan koruptor di televisi yang digembar-gemborkan banyak kalangan sampai sekarang belum dilaksanakan.

Pemerintah kurang berani dalam bertindak. Seandainya masyarakat tahu maksud dan tujuan penayangan buron koruptor di televisi pasti mereka akan mendukung, asal prosedurnya mudah.  Misal masyarakat dianjurkan untuk melapor   kepada polisi tanpa dipungut  biaya bila mengetahui lokasi persembunyian koruptor yang sudah di vonis hakim bersalah.

Dengan penayangan para koruptor di televisi, paling tidak dia sendiri dan keluarganya akan mengetahui.  Atau, tetangga   dan kerabat dekatnya akan menanyakan keberadaannya. Bila semua orang ingin  mengetahuinya, hal ini akan menimbulkan efek psikologis dalam jiwanya.  Si koruptor menjadi jera akibat tayangan televisi semata.

Iman Daryanto pernah dimuat di harian Jawa Pos (7/10/2006)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s