Hukuman Mati bagi Koruptor

Standar
Hukuman Mati bagi Koruptor

DIBANDINGKAN  dengan Tiongkok, hukuman bagi koruptor di Indonesia termasuk lebih ringan. Mulai denda, kurungan, sampai hukuman lebih ringan atau bebas dari semestinya. Tidak terpikirkan oleh para pengadil negeri ini hukuman mati bagi koruptor.

Padahal koruptor telah merongrong negara.  Koruptor telah menggerogoti keuangan negara. Koruptor telah mengacak-acak tata kesopanan yang telah tertata  rapi  di masyarakat. Semua itu dilakukan atas kepentingan pribadi dan golongan.  Negara kita adalah negara hukum. Siapa yang bersalah pasti dihukum. Siapapun orangnya. Seorang terdakwa dipenjara atau dihukum mati, itu bergantung pada tingkat kesalahannya.  Hukuman maksimal tersebut merupakan jalan terakhir dalam hukum positif kita. Selama hukuman mati masih ada dalam KUHP,    tuntutan  hukuman mati dari penuntut umum  atau hakim wajar saja.  Tetapi vonis mati terhadap  koruptor masih langka di negeri ini.

Saya sependapat dengan Ketua MPR Hidayat Nurwahid bahwa yang dihukum mati bukan hanya pelaku aksi terorisme, tetapi juga para koruptor. Koruptor dan pengguna narkoba  juga layak dipancung dalam arti dihukum mati.  Dosa-dosanya bagi negara sangat besar.

Jadi pemerintah seharusnya lebih  tegas dan  keras dalam melaksanakan hukuman mati, terutama terhadap kasus korupsi. Hukuman tersebut diputuskan lewat jaksa dan hakim pengadilan yang independent,  tanpa dipengaruhi opini publik, politik, ras, kesukuan, etnis,   dan agama.  Dengan demikian, seorang jaksa  dan hakim menjatuhkan vonis maksimal sesuai dengan KUHP bahwa tersangka memenuhi syarat  dihukum mati.

Iman Daryanto pernah dimuat di harian Jawa Pos (14/10/2006)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s