Suap Natura di Republik Ini

Standar
Suap Natura di Republik Ini

PEJABAT kita rata-rata kurang pintar dalam menerima atau menyerahkan sesuatu dari/ke orang lain. Suap yang diberikan/diterima itu merupakan jalan terakhir mencapai tujuan tanpa berusaha payah.

Kekurangpintaran  pejabat  kita mengakibatkan hakim yang bersidang di pengadilan leluasa memutus perkara. Seperti terjadi pada kriminolog Mulyana Wira Kursumah.  Dia divonis dua tahun enam bulan oleh pengadilan Tipikor (Tindak Pidana Korupsi)  dalam kasus penyuapan terhadap auditor BPK  Khairiansyah Salman.

Itu berbeda dengan yang dilakukan sejawatnya di Tiongkok. Pejabat di tiongkok umumnya lebih suka menerima perhiasanan atau barang dari pada uang tunai guna menghindari pemeriksaan kekakayaan pejabat negara yang dilakukan pemerintah.

Suap apaun bentuknya, uang tunai , atau natura tetap dilarang menurut aturan.  Kalau suda diperiksa di pengadilan dan terbukti yang bersangkutan melakukan, tinggal menunggu hukuman.  Tetapi, belum ada perkara suap dengan natura /harta sampai kepengadilan.

Memang belum biasa/ kurang pintar pejabat kita dalam memanfaatkan  situasi dan kondisi sehingga suap bisa  dilakukan dengan menggunakan natura. Misalnya barang perhiasan, lukisan, kaligrafi, dan pakaian.

Di republik ini suap yang konvensional saja- uang tunai- belum semua tersentuh tangan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), apalagi  yang menggunakan natura.  Sulit sekali memberantas suap di negara berkembang seperti Indonesia. Kecuali atas bantuan masyarakat luas guna memberantas suap hingga ke akar-akarnya.

Iman Daryantio pernah dimaut di haria Jawa Pos (20/01/2007)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s