Kelemahan Republik Mimpi

Standar
Kelemahan Republik Mimpi

SAYA sebagai pemirsa setia acara Republik Mimpi. Menurut saya, acara itu perlu ada perubahan dalam gaya bicara, mimik wajah, postur tubuh, dan kemiripan wajah, terutama dari aktor-aktor penting yang memerankan mantan presiden dan wakil presiden yang asli  di wilayah Republik Indonesia.

Saya terkesan gaya Gur Pur yang memerankan Gus Dur (mantan presiden ke 4 RI). Dia paling cocok dan pas dibandingkan dengan aktor lain yang memarodikan mantan presiden yang lain selain Gus Dur. Sedangkan Suharta yang memerankan mantan Presiden Suharto,  karena jarang tampil di tayangan, saya tidak bisa komentar. Hanya, wajahnya mirip beliau.

Berbeda dengan Gus Pur, si Butet dari Jogya yang gaya bicaranya tegas layaknya Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) mencoba memerankan menjadi tokoh sentral. Sayang, dia kurang tinggi dan setiap bicara menunduk. Melihat catatan di mejanya.  Mungkin tidak hafal dialognya.

Tujuan tayangan itu adalah menunjukkan  kepada masyarakat bahwa ada  masalah penting di negeri ini yang belum terselesaikan. Misalnya, kasus Lumpur Porong dan sengketa  tanah di Meruya Selatan. Apakah personal Republik Mimpi membantu masyarakat melapor ke Presiden SBY,  atau ke Mahkamah Agung atau hanya cukup melapor ke Presiden Mimpi si Butet dari Yogya?.

Iman Daryanto, pernah dimuat di harian Jawa Pos (18/5/2007)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s