Pejabat Malas Laporkan Harta Kekayaan

Standar
Pejabat Malas Laporkan Harta Kekayaan

PEJABAT Bank Indonesia (BI) ternyata rendah tingkat kepatuhannya dalam menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Padahal, mereka paham benar arti penting laporan keuangan. (Jawa Pos 10/6/2007).

Bukan hanya para pejabat BI semata, tetapi juga pejabat yang lain terkena imbas penyakit malas melaporkan harta kekayaan. Pertanyaan, mengapa hal itu bisa terjadi?.

Dalam bekerja, para pejabat umumnya kurang biasa bergaul dengan angka-angka seperti pejabat di Departemen Kelautan dan Departemen Pariwisata.  Mereka merasa asing dengan angka-anka. Walaupun pedoman aturan mengisi LHKPN sudah diserahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada para pejabat terkait. Tetapi, mereka mungkin enggan membacanya. Akibatnya, saat  tanggal terakhir  pelaporan, pejabat kehilangan waktu untuk mengerjakan laporan.

Selain itu, mungkin saja, mereka khawatir data-data kekayaan yang akan dilaporkan bakal menjeratnya ke pengadilan korupsi. Seperti diketahui, yang meminta data itu adalah KPK, yang kemudian mengonfirmasi pejabat yang ditengarai kekayaannya ada yang dihasilkan secara tidak benar.

Namun, itu juga bisa terjadi karena pemerintah belum menerapkan sanksi tegas bila pejabat terlambat melaporkan LHKPN. Selain itu, tidak  ada reward bagi pejabat yang pertama melaporkan kekayaan kepada negara.

Iman Daryanto, pernah dimuat di harian Jawa Pos (23/6/2007)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s