Perbatasan Bergeser dari Patok Lama

Standar
Perbatasan Bergeser dari Patok Lama

GARIS batas Indonesia dengan Malaysia di Tanjung Datu, Kalimantan Barat, bergeser. Indonesia kehilangan tanah 648 ribu meter persegi atau 64,8 hektare yang kini berada di Malaysia (Jawa Pos, 20 Juli 2007).

Sudah kali kesekian bangsa ini dipermainkan Malaysia. Negeri Jiran itu pintar mengganggu kedaulatan bangsa saat bangsa ini  tengah sibuk mengatasi berbagai persoalan dalam negeri.

Kedaulatan negeri ini terusik. Bukan hanya patok di daerah perbatasan Tanjung Datu, tetapi juga setiap perbatasan yang menghubungkan negara kita dengan negara lain. Selama ini, pemerintah hanya mengeluarkan wacana terhadap persoalan krusial tersebut. Masyarakat di perbatasanpun akan melihat kecurangan yang dilakukan oleh negeri jiran terhadap bangsa ini.

Untuk itu, pemerintah hendaknya bertindak lebih tegas terhadap Malaysia. Walaupun negara tersebut serumpun dengan negara kita, kalau Malaysia sudah menyalahi aturan dalam perjanjian, Indonesia sebagai negara kepulauan wajib meresponsnya. Tentunya, itu dilakukan dengan pendekatan diplomatik yang wajar.

Jika pemerintah tidak mampu mengatasi persoalan masalah perbatasan, mungkin perlu dilaporkan ke Mahkamah Internasional (MI)

Iman Daryanto, pernah dimaut di harian Jawa Pos (24/7/2007)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s