Standard Akuntansi atas Biaya Eksplorasi

Standar
Standard Akuntansi atas Biaya Eksplorasi

BADAN Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan potensi kerugian negara senilai USD 2,53 miliar (sekitar Rp.23 triliun). Potensi kerugian itu berasal dari klaim cost recovery di lima kontraktor kerja sama (KKS) yang diaudit BPK pada semester pertama 2004 dan 2005.

Temuan BPK tersebut, antara lain, biaya program community development atau community social responsibility (CSR), main golf, bantuan kepada karyawan, sumbangan kepada international school, dan sumbangan kepada korban bencana alam yang keliru dibebankan sebagai cost recovery. Yang lebih parah adalah biaya dari kantor pusatnya di luar negeri yang bernilai bersar dibebankan kepada negara.

Kegiatan recovery atau eksplorasi itu dilaksanakan dalam rangka mencari dan menemukan cadangan minyak dan gas bumi di daerah-daerah yang belum terbukti mengandung minyak dan gas bumi. Kegiatan-kegitan yang dilaksanakan itu berdasar peraturan yang digariskan. Dengan demikian, biaya-biaya yang terjadi tidak jauh beda dari lingkup biaya eksplorasi.

Menurut standar akuntansi keuangan, biaya eksplorasi meliputi biaya penyelidikan topografi, geologi, geofisika, pemboran sumur eksplorasi, dan pemboran sumur uji sratigrafi.

Untuk yang akan datang, biaya tersebut semestinya dikeluarkan dari pos biaya eksplorasi. Pemerintah harus mempersiapkan peraturan tentang biaya lainnya. Dengan begitu, KKS mengetahui biaya yang menjadi beban dirinya dan biaya yang menjadi beban negara.

Iman Daryanto, pernah dimuat di harian Jawa Pos (29/8/2007)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s