Alternatif Pembangunan Pembangkit Listrik

Standar
Alternatif Pembangunan Pembangkit Listrik

PEMBANGUNAN pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Muria, Jepara, terkesan dipaksakan. Buktinya, banyak masyarakat sekitar yang mendemo agar pembangunan rencana pemerintah tersebut dihentikan.

Apa yang harus dilakukan pemerintah?. Pertama, pemerintah harus jernih dan cerdas. Yakni, kembali membangun PLTN di tempat lain. Salah satunya, di pulau-pulau terpencil  yang tak berpenghuni. Banyak sekali pulau seperti itu yang ada di negeri ini. Sehingga, pembangunan megaproyek tersebut dapat dilaksanakan tanpa gangguan dari masyarakat sekitar yang menentang.

Ada keuntungan pada pembangunan di pulau tak berpenghuni itu. Bila terjadi kecelakaan kerja karena ulah manusia atau sistem kerjanya, seperti kebocoran, akibat musibah itu bisa ditangani sendiri oleh personal perusahaan. Dengan demikian, kondisi tersebut dapat memperkecil jumlah korban yang mungkin terkena radiasi.

Walaupun kecelekaan itu menelan sedikit korban, lebih baik bila pemerintah memilih alternatif kedua. Yaitu, mengganti  pembangkit tenaga listrik nuklir yang penuh resiko tersebut menjadi tenaga matahari, angin, panas bumi, dan batu-bara. Itu sesuai dengan keadaan alam Indonesia. Angin, matahari, panas bumi, dan batu-bara mudah didapatkan.

Sebagai gambaran, estimasi pembangunan reaktor nuklir memakan biaya Rp.26 triliun untuk satu reaktor. Padahal, pemerintah berencana membangun delapan reaktor. Anda bisa bayangkan, betapa mahalnya!.

Iman Daryanto, pernah dimuat di harian Jawa Pos (8/9/2007)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s