Indonesia Ternyata Masih Dijajah Hingga Kini

Standar
Indonesia Ternyata Masih Dijajah Hingga Kini

Indonesia telah merdeka dari penjajahan. Namun perampokan terhadap kekayaan Indonesia hingga kini masih meraja lela. Betapa tidak, bentuk penjajahan model baru ini dilakukan oleh VOC gaya baru yang berwujud korporasi asing. Model penjajahan gaya baru ini mengutamakan penjajahan secara ekonomi dibidang: pelayaran, telekomunikasi, dan pertambangan, juga menjamah ke dunia pendidikan dan kesehatan.

Pengamat ekonomi dari Econit Advisory Group Hendri Saparini menengarai pihak asing berusaha menguasai perekonomian Indonesia dengan cara membelokkan arah kebijakan ekonomi nasional agar penguasaan asing dapat menguras kekayaan alam di Indonesia lebih mudah. Menurut Hendri salah satu modusnya adalah dengan menyuap para pejabat dan politisi agar membuat aturan perundangan yang pro-asing.

Hendri Saparini menjelaskan dengan diberlakukannya undang-undang yang pro-asing maka terjadi pembelokan arah kebijakan ekonomi di Indonesia. Menurutnya banyak UU pro-asing yang merugikan bangsa Indonesia untuk jangka panjang. Hendri menyontohkan UU No 30 tahun 2007 tentang Energi yang di dalamnya menyebutkan sektor pertambangan boleh dikuasai asing hingga 95 persen. Menurut dia, klausul tersebut harus diubah karena merugikan bangsa Indonesia untuk jangka panjang.

Hendri juga menambahkan, pengusaha juga sering menyuap pejabat untuk mendapatkan izin usaha pertambangan. Hal yang menyedihkan, parahnya izin yang sudah diperoleh dengan cara menyuap, dijual lagi kepada pengusaha lain dengan harga lebih mahal. Oleh karena itu, ketika dilakukan evaluasi terhadap usaha pertambangan, ada sekitar 6.000 izin usaha pertambangan yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

Untuk itu wakil-wakil kita di DPR hendaknya bisa  membaca realitas masyarakat yang sudah tahu akan gelagat orang asing.  Mereka memang enaknya saja. Berkat modal besar ditangan, mereka menerkam mangsa yang lemah didepan matanya. Namun kita jangan diam saja. DPR dan pemerinbtah sebagai penyaring orang asing hendaknya memutuskan aturan sesuai kepentingan hidup orang banyak.

Iman Daryanto

Iklan

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s