Indonesia juga Negeri Kapitalis

Standar
Indonesia juga Negeri Kapitalis

Pemerintah kita tidak mau dikatakan negara neolib (negara neo liberal).  Padahal kita sendiri tahu bahwa negara ini menganut sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh untuk melaksankan kegiatan perekonomian seperti memproduksi barang, menjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya.

Akibat sistem itu, perekonomian diatur oleh mekanisme pasar. Harga yang diterapkan oleh pasar adalah harga keseimbangan antara harga pembeli dan penjual. Pemerintah dalam hal ini tidak ikut campur dalam penentuan harga di pasar.  Sedikit sekali pemerintah bermain didalamnya.

Kalau pemerintah mau main didalam pasar, tunggu nanti kalau ada suatu peristiwa dipasar seperti ada lonjakan harga yang sangat tinggi untuk komoditas tertentu, misalnya beras. Pemerintah berusaha sekuat tenaga untuk bisa menurunkan harga beras menjadi harga yang normal kembali.  Salah satu caranya adalah BULOG (Badan Usaha Logistik) menjual beras kepada pembeli dengan harga normal. Sehingga beberapa hari kemudian setelah operasi pasar, harga beras menjadi normal.

Harga yang normal bukan harga beras saja. Mestinya harga bahan pokok selain beras ikut di pantau terus di pasar. Sehingga sedikit saja kenaikkan harga di pasar, maka pemerintah ikut larut didalam mengatur adanya  harga bahan pokok di pasar termasuk garam. Apa gunanya pemerintah kalau tidak bisa menurunkan harga di pasar. Saya kuwatir beberapa tengkulak nakal, yang mau menang sendiri dengan menaikkan harga komoditas tertentu padahal tidak ada keadaan alam yang menyebabkan harganya naik.

Itulah sistem kapitalis. Sistem kapitalis itu bukan merupakan satu-satunya sistem perokonomian kita, bahkan dunia.  Ada yang sosialisme, komunisme dll. Yang cocok di terapkan di negara ini adalah sistem ekonomi pancasila seperti didengungkan oleh pemerintah selama ini. Bukan sistem kapitalis yang selama ini telah menjerumuskan pedagang kaki lima, toko-toko kecil, pedagang sayur-sayur yang jumlahnya  jutaan pedagang di seluruh Indonesia.

Sistem kapitalis tersebut di negara kita patut kita cermati. Bukan hanya masalah harga di pasar tersebut, tetapi  meliputi buruh pabrik kita (outsorching), perguruan tinggi kita (PTBHN), belum lagi perusahaan plat merah,  pertambangan juga dikuasai asing. Inilah ciri-ciri dari negara kapitalis.

Iman Daryanto

Iklan

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s