Bahan Bakar Gas yang Mungkin Siap

Standar
Bahan Bakar Gas yang Mungkin Siap
 Tgl 1 April 2012 nanti, rakyat Indonesia akan merasakan dahsyatnya kenaikan harga suatu produk yang namanya  Bahan Bakar Minyak. Sekarangpun harga kebutuhan  pokok rakyat di pasar semakin meningkat, imbas dari rencana kenaikkan harga BBM.  Harga ini akan terus berubah, manakala pemerintah mengunakan harga pasar International. Padahal, mayoritas kita berada di wilayah Indonesia, mestinya harga BBM di patok pemerintah sendiri. Kalau toh ada minyak yang diimport, maka sesuaikanlah harga minyak lokal dengan masuknya harga import tadi bukan harga import seutuhnya yang ditetapkan oleh New York (Amerika).
Selain itu, permasalahan umum yang dihadapi dunia pada dewasa ini adalah semakin menipisnya cadangan bahan bakar minyak. Fenomena ini mendorong manusia untuk berusaha mencari bahan bakar alternatif yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan di atas. Salah satu jenis bahan bakar alternatif yang dimungkinkan untuk menggantikan bahan bakar minyak terutama yang digunakan untuk kendaraan bermotor adalah bahan bakar gas (BBG).
Jenis bahan bakar ini banyak ditemukan di hampir semua ladang minyak di Indonesia baik di daratan maupun di lepas pantai. Oleh karenan itu Bahan Bakar Gas atau BBG mulai diperkenalkan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor di Indonesia pada tahun 1986. Pada tahun 1989 BBG mulai dipasarkan secara komersial dengan target pemasaran angkutan publik seperti mikrolet, bis kota dan taksi. Setelah berlangsung kurang lebih 13 tahun, pemasaran BBG di Indonesia tidak berkembang sebagaimana diharapkan.
Padahal, uji coba penerapan BBG sudah dilakukan. Saat ini BBG telah terbukti sebagai pilihan yang lebih baik di bidang transportasi. Data menunjukkan bahwa BBG yang mulai dicoba oleh pemerintah melalui pertamina pada tahun 1987 memiliki beberapa keuntungan diantaranya lebih murah dari BBM, lebih ringan dari udara, usia mesin lebih lama, perawatan lebih murah dan tidak mencemari lingkungan. Tapi masalahnya adalah perkembangan BBG di masyarakat sangatlah lambat.
Hal ini disebabkan antara lain karena harga BBG tidak kompetitif dibanding BBM, harga konversi kit yang masih terlalu mahal, dan pemikiran masyarakat yang cenderung untuk selalu menggunakan BBM.Dengan demikian penjelasan ini, masyarakat akan mengetahui kekurangan dan kelebihan, sehingga masyarakat lebih memilih mengunakan BBG daripada BBM yang terasa mahal dan susah mendapatkan.
Iman Daryanto
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s