Bukan Negeri yang Autopilot

Standar
Bukan Negeri yang Autopilot

Negeri autopilot adalah sebuah negeri yang secara fisik dikepalai oleh seorang kepala negara. Tetapi kalau kita lihat secara samar-samar adalah sebuah negeri yang tanpa pemerintahan.    Layaknya, masyarakatnya berjalan sendiri-sendiri karena memang ada yang mengaturnya yaitu peraturan.  Kecuali ada masalah besar, seperti gempa bumi, stunami, dsb. Kepala Negara layak tampil sebagai orang yang bertanggung jawab atas rakyatnya.  Ini ibarat sebuah kapal pesiar yang menabrak terumbu karang.

Seperti kita lihat, kapal pesiar besar nan mewah Costa Condordia, yang beberapa waktu yang lalu, menabrak terumbu karang di lepas pantai Italia hingga kandas dan terbalik, gara-gara Francesco Schettino, sang nakhoda, asyik nyanyi di bar bersama Dominica Cemorman, teman kencannya.

Bukan berarti saya membandingkan antara Franceso Schettino dengan Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY). Memang dua orang itu berbeda statusnya. Tetapi dua orang itu mempunyai pekerjaan yang sama yaitu mengemudi. Yang satu mengemudi kapal pesiar sesungguhnya.  Sedangkan Presiden SBY mengemudi negara Republik Indonesia yang kita cintai.  Mestinya mengemudi sebuah negara yang berpenduduk kira-kira 230 juta,  lebih sulit dari pada mengemudi kapal pesiar.

Oleh karena itu, sangat disayangkan kalau ada orang yang mengatakan bahwa negara Republik Indonesia adalah negara autopilot. Negara Indonesia adalah negara demokrasi, yang menganut muslim  terbesar di dunia.  Andaikata presiden menyanyikan lagu kesukaanya yang disiarkan  lewat televisi, tidak lain adalah untuk melepas kepenatan. Untuk memulihkan staminanya, beliau menyanyikan lagu kesenangannya.  Presiden, adalah manusia biasa. Bisa lelah, bisa pusing, seperti anda juga.

Kalau ada kelemahan-kelemahan seorang kepala negara bisa dibicarakan di Majelis Permusyawaratan Rakyat. Menurut saya, sepanjang periode  kedua Presiden SBY memimpin,  pembuatan undang-undang  yang menyertakan orang asing di dalam mengelola kekayaan negara ini. Undang-undang yang isinya menyimpang dari konstitusi inilah barangkali kelemahan dari presiden kita.  Jadi bukan negara autopilot seperti ramai dibicarakan di media.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s