Penggunaan air untuk beristinya

Standar
Penggunaan air untuk beristinya

Sering kita melihat di toilet-toilet pada mal-mal mewah ditempatkan
tisu yang digunakan orang untuk beristinya (karena berak/ kencing).
Karena menurut  perhitungan manajemen perusahaan itu, menggunakan
tisu ini lebih praktis dan ekonomis dari pada menggunakan air.

Tetapi ingat di Inggris th.1963, tepatnya di kota Dundee terjadi
malapetaka penyakit. Hal ini muncul oleh karena masyarakatnya yang
lebih suka menggunakan tisu dari pada menggunakan air ketika selesai
buang air besar/kecil.  Terjadi wabah penyakit tipus yang menyebar
dengan sangat cepat dan ganas. Bahkan banyak korban yang berjatuhan
akibat wabah itu.

Komponen masyarakat, mengerahkan kemampuan untuk menghentikan
penyebaran penyakit itu. Para ahli medis di kota itupun bersepakat
untuk mengumumkan dengan mepergunakan seluruh perangkat publikasi yang
isinya memperingatkan masyarakat untuk membersihkan anus dan kemaluan
dengan air sebagai pengganti tisu.

Ilmu kedokteran modernpun menetapkan bahwa kebersihan area anus dan
kemaluan sangat penting bagi kesehatan tubuh karena keduanya merupakan
area yang paling rentan dihuni oleh kuman, bakteri, dan mikroba.
Karena itu pembersihanya bukan diusap dengan tisue saja,  tetapi
diganti dengan penggelontoran air. Ini dilakukan pada saat selesai
buang air besar/kecil dan diusahakan memakai tangan kiri ketika
mengusap dubur dan memegang kemaluan anda.

Iman Daryanto

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s